Kiat Perawatan Bayi Prematur

Frekuensi kelahiran bayi prematur di Indonesia mencapai 1:18 kelahiran. Dikatakan prematur jika usia kandungan ibu tidak mencapai 36 minggu atau 9 bulan. Banyak penyebab yang menjadikan kelahiran bayi prematur, nutrisi, stress, kecelakaan dan penyakit ibu adalah sebab-sebab yang sering ditemukan. Perawatan bayi prematur memang tidak seperti merawat bayi dengan usia kandungan normal, namun tidak semua bayi prematur harus dirawat di rumah sakit atau inkubator.


Bayi prematur memiliki otot yang lebih lemah dari bayi normal, hal ini dikarenakan kurangnya waktu di dalam kandungan untuk menguatkannya. Ia cenderung tidak banyak bergerak, walau ada beberapa bayi prematur juga bergerak seaktif bayi normal. Mereka juga lebih berpotensi kekurangan kalsium, zat besi dan gula darah. Tangis bayi pun tak sekuat tangis bayi normal, kulit masih merah dan keriput. Pada kepala terlihat lunak dan kulit lebih sering berubah kuning, jika hal ini terjadi segeralah bawa ke dokter. Memang sedih melihat bayi begitu lemah dan rentan, namun jangan khawatir karena penanganan bayi prematur saat ini sudah jauh lebih canggih.


Pada bayi prematur yang lahir dibawah usia kandungan 28 minggu, umumnya belum memiliki cukup surfaktan yaitu zat penting di dalam tubuh yang mencegah paru-paru menguncup. Jika paru-paru menguncup ia tidak akan dapat menangkap oksigen yang dibutuhkan tubuh sehingga menimbulkan penyakit syndrom membran hialin. Karenanya pada bayi-bayi dengan kondisi tersebut harus ditempatkan di ruang khusus yaitu Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dengan inkubator khusus yang dapat menyuplai oksigen.


Pemberian nutrisi menjadi kunci utama keberhasilan perawatan bayi prematur. Semakin kecil tubuh bayi, maka semakin banyak nutrisi yang harus diberikan. Ada beberapa cara memberikan nutrisi pada bayi prematur sesuai dengan kondisi bayi, yaitu:




  • Untuk bayi dengan masa kehamilan lebih dari 34 minggu dan berat bayi lebih dari 2000gram, umumnya reflek hisap sudah cukup baik. Bayi dapat langsung menetek pada ibu untuk mendapat ASI, bila belum mampu bisa menggunakan sendok khusus.

  • Pada bayi yang belum mempunyai refleks menelan atau masih lemah, ASI atau susu dapat diberikan melalui selang yang dihubungkan langsung ke saluran pencernaan.

  • Untuk bayi yang sangat prematur atau sakit, maka nutrisi berupa cairan infus langsung ke pembuluh darah.


Bayi prematur akan mendapat asupan nutrisinya secara bertahap tergantung kondisinya. Banyak diantaranya yang dimulai dari pemberian makanan melalui infus ke pembuluh darah, kemudian seiring dengan bertambah baiknya kondisi bayi, pemberian nutrisi dialihkan melalui selang ke saluran cerna hingga akhirnya dapat menerima ASI langsung dari mulut. Untuk bayi dibawah usia kandungan 30 minggu pemeriksaan darah bayi rutin dilakukan untuk melihat kadar zat besi, magnesium, kalsium, kalium, dan fosfat agar tetap dalam batas normal.


Ketersediaan ASI sangat penting karena kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi untuk sang bayi. Oleh karenanya ibu sebisa mungkin mendapat istirahat yang cukup, makan yang seimbang, jauh dari stres sehingga produksi air susu ibu lancar. Apabila bayi berada dalam inkubator, kehadiran ibu di sampingnya tetap di perlukan. Usahakan untuk mendampingi bayi minimal 2 x sehari. Apabila bayi sudah dapat digendong atau dibawa pulang, seringlah mendekap bayi di dada agar terjalin hubungan antara ibu dan anak sehingga dapat menstimulasi kesehatan bayi. Perawatan bayi prematur memang membutuhkan perhatian khusus, namun dengan penanganan yang tepat merekapun nantinya dapat tumbuh dan berkembang seperti layaknya anak-anak normal.

0 comments:

Post a Comment

 
www.kalbariana.net © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects