Pengumuman Pemenang LKT Esai 2014

Pengumuman Pemenang LKT Esai 2014

Categories

IP

Visitors

Geovisitor


free counters

Bingung cari software canggih, gratis dan legal???

Tak Bisakah Kita Hidup Bersama?

DUA ribu empat ratus tahun yang lalu, seorang anak muda yang risau berpikir keras tentang konflik dan manusia. Ia tentu sama sekali tak tahu tentang apa yang akan terjadi di Sampit, pada awal abad ke-21. Tapi pemikir bernama Plato itu—tidak seperti kebanyakan kita sekarang ini—telah menuliskan analisisnya tentang mengapa ada perang yang masuk akal . . . → Read More: Tak Bisakah Kita Hidup Bersama?

Malaysia Menepis Tudingan

Sedikit memanas namun perlahan mulai mereda. 20 Oktober direncanakan pembahasan bilateral. Pihak Malaysia mengaku sangat menghormati negara serumpun. Lebih baik urus perekonomian. PONTIANAK – Pemerintah Malaysia melalui Konsulat Malaysia di Pontianak membantah telah mencaplok wilayah di Dusun Camar Bulan Desa Temajok, Paloh Kabupaten Sambas. Masalah patok batas tersebut dalam tahap pembicaraan kedua negara, Indonesia-Malaysia.

. . . → Read More: Malaysia Menepis Tudingan

Mencari Akar, Mencari Jawaban

PALANGKARAYA senyap, setenang aliran Sungai Kahayan yang membelah ibu kota Kalimantan Tengah itu. Hanya tampak beberapa kendaraan bermotor melintasi jalan utama dari Bandara Tjilik Riwut ke arah kota. Atribut yang mencolok mata adalah pita-pita merah tersebar di mana-mana. Ada pita merah yang ditalikan di kaca spion mobil, diikatkan di kepala pengendara motor, atau ditalikan . . . → Read More: Mencari Akar, Mencari Jawaban

Sambas: Tali Kepala Merah Kembali Dikenakan

BAGAIKAN percikan bara terbakar, titik-titik api kerusuhan begitu mudahnya berpindah-pindah ke mana saja. Setelah keberingasan berlatar sentimen suku dan agama mulai reda di Ambon, kini bentrok berdarah antarsuku merebak di sekitar Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Sampai akhir pekan lalu, paling tidak tercatat 73 korban jiwa, sementara ribuan bangunan berubah menjadi arang. Truk-truk tentara, . . . → Read More: Sambas: Tali Kepala Merah Kembali Dikenakan

Orang Madura dan Orang Dayak

PADA 1962 sampai 1999 telah terjadi berbagai konflik massal antara Orang Madura dan Orang Dayak di Kalimantan Barat. Konflik massal pada 1999 merupakan konflik terbesar, karena saat itu konflik yang terjadi bukan semata-mata antara Orang Madura dan Orang Dayak, tetapi terutama antara Orang Madura dan Orang Melayu.

Konflik massal pada 1999 itu juga . . . → Read More: Orang Madura dan Orang Dayak

Wawancara Hamzah Haz: Foto Kiai itu Bukan Pembakar Semangat Jihad untuk Berperang

FOTO kiai, salah-salah, bisa bikin perkara. Apalagi jika sampai tersebar luas di kawasan penuh gejolak –yang hingga kini baranya masih terasa– berujung perang dan kerusuhan antar etnis Dayak dan etnis Madura, di Sanggau Ledo, Pontianak, Kalimantan Barat. KSAD Jenderal R.Hartono, dan Aspam KSAD Mayjen Zaky Anwar, dalam acara halal bi halal di markas TNI . . . → Read More: Wawancara Hamzah Haz: Foto Kiai itu Bukan Pembakar Semangat Jihad untuk Berperang

Massa Bakar Kamp Pengungsian Kerusuhan Sambas

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kerusuhan bernuansa etnis terjadi di tempat penampungan pengungsi Madura di Gedung Olah Raga Bulutangkis Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (23/6) malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Pengungsi Madura itu adalah korban kerusuhan Sambas, Oktober tahun lalu. Kejadian itu berawal dari perampasan sepeda motor Busrah (orang Melayu) di depan GOR itu oleh empat pemuda yang . . . → Read More: Massa Bakar Kamp Pengungsian Kerusuhan Sambas

Wawancara Asmara Nababan:

KERUSUHAN di Kalimantan Barat, yang dikenal dengan sebutan kasus Sanggau Ledo, membuat Komnas HAM berpikir keras. Rapat-rapat maraton terus dilakukan, khusus membahas kerusuhan yang mereka kategorikan sebagai sangat unik itu. Menurut Asmara Nababan, anggota sub komisi pemantauan pelaksanaan HAM di Komnas HAM, terdapat sejumlah faktor kesulitan untuk memastikan jumlah korban akibat kerusuhan massal antara . . . → Read More: Wawancara Asmara Nababan: Jika Pemerintah Lalai, Konflik Sanggau Ledo Bisa Terjadi Lagi

Suara Madura, Suara Dayak

SAMPIT bukanlah Kurusetra, tempat keluarga Pandawa dan Kurawa menuntaskan segala permusuhan mereka. Yang bisa ditemukan di situ hanya sebuah ladang pembantaian, tempat dendam dicoba ditamatkan tanpa perlawanan. Masa lalu bereinkarnasi di Sampit. Tak ada lagi Bima dan Dursasana memang, tapi prosesi pembelahan dada dan minum darah manusia terjadi di sana. Budaya Ngayao, memenggal kepala . . . → Read More: Suara Madura, Suara Dayak

Tionghoa, Dayak, dan Madura

Akibat gerakan reformasi yang kebablasan, orang kehilangan arah. Para aparat negara yang selama ini dapat meredam semua kerusuhan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) menjadi kebingungan dan kehilangan pegangan. Mereka tidak berani bertindak tegas, karena takut dituduh melanggar hak asasi manusia.

Beberapa suku bangsa menuntut untuk merdeka. Rasa senasib dan sepenanggungan sebagai suatu . . . → Read More: Tionghoa, Dayak, dan Madura