Pengumuman Pemenang LKT Esai 2014

Pengumuman Pemenang LKT Esai 2014

Categories

IP

Visitors

Geovisitor


free counters

Bingung cari software canggih, gratis dan legal???

Pemenang Sejati Harapan Rakyat Landak

Hidup adalah sebuah perlombaan. Semua yang namanya perlombaan selalu melahirkan yang menang dan yang kalah. Namun esensi dari sebuah perlombaan adalah mencari sang pemenang.

Seluruh jenis perlombaan, yang di dalamnya ada pertarungan dan persaingan, akhirnya hanya akan melahirkan sang pemenang sebagai orang yang akan selalu diingat dan dikenang, bahkan menjadi orang yang semua tingkah laku dan kata-katanya akan ditiru dan didengarkan oleh semua orang. Pemenang akan menjadi orang nomor satu, yang nantinya akan mendapatkan perlakuan istimewa dengan berbagai fasilitas dan kewenangannya. Pemenang adalah juara.

Kehidupan manusia tidak akan lepas dari adanya perlombaan, baik dalam arti dan tujuan yang positif, ataupun perlombaan dalam arti dan tujuan yang negatif. Manusia dalam mempertahankan hidup dan menjadikan hidupnya memiliki kualitas yang baik, maka harus mampu bersaing secara positif dan kesatria. Namun ada sebagian dari manusia memahami perlombaan sebagai sebuah persaingan untuk bertahan dan saling mengalahkan dengan berbagai cara, menghalalkan semua cara dalam menggapai posisi juara dan menjadi pemenang.

Dewasa ini, banyak perlombaan untuk menjadi yang terbaik sering dilakukan tanpa memerhatikan kaidah dan norma sebuah perlombaan yang sehat dan kesatria. Perlombaan diartikan sebagai sebuah persaingan yang harus dimenangkan dengan berbagai cara. Contoh nyata yang terjadi pada hampir seluruh pemilihan presiden di negara Indonesia, anggota legislatif dari berbagai tingkatan, dan kepala daerah di seluruh Indonesia, selalu saja timbul sengketa dan masalah. Hal ini secara umum terjadi karena adanya persaingan yang tidak sehat. Kompetisi yang seharusnya dilakukan dengan fear, dicederai dengan berbagai hal yang tidak manusiawi.

Dalam banyak kasus yang masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK) tentang sengketa pemilihan kepala daerah (pemilukada), terlihat jelas adanya cara-cara curang dan negatif yang dilakukan satu di antara, atau bahkan semua calon kepala daerah yang berkompetisi di daerahnya.

Adanya black campaign, money politik, serangan fajar, mengangkat isu-isu rasial, dan pemalsuan identitas dan data adalah beberapa cara yang tidak prosedural dilakukan agar memenangkan kompetisi. Sebuah jalan yang sesat dalam menggapai kemenangan, yang nantinya juga akan dinikmati sesaat.

Pemilukada merupakan sebuah proses memilih pemimpin daerah, misalnya gubernur, bupati dan walikota, bertujuan menentukan pimpinan yang layak dari semua sisi, dalam memimpin daerah tersebut untuk jangka waktu tertentu. Pemilihan pimpinan ini bukan hanya untuk masyarakat tertentu, tidak hanya untuk partai atau golongan tertentu, namun pemimpin bagi seluruh masyarakat dan golongan.

Idealnya, dan hal ini sudah diamanahkan oleh undang-udang, dikuatkan oleh peraturan yang dibuat dengan kesepakatan wakil-wakil rakyat dan pemerintah itu sendiri. Sudah semestinya dari awal proses pemilihan sudah diterapkan dan dilakukan dengan cara-cara yang elegan, mengedepankan proses yang baik.

Kepala daerah merupakan representasi daerah yang dipimpinnya. Rakyat dengan berbagai entitas dan keberagamannya, sangat berharap pada karismatik dan idealitas kepemimpinan kepala daerah terpilih. Bila dari awal proses pemilihan, seorang kepala daerah sudah melakukan cara-cara yang baik dalam menggapai kemenangan, maka dalam perjalanan kepemimpinannya akan mendapatkan dukungan dan simpati dari rakyat yang telah memilihnya. Bahkan, sang kompetitor dalam pemilukada akan merasa segan, menghormati dan mendukung seluruh rencana serta kebijakan yang dilakukan oleh pemimpin yang keluar sebagai pemenang.

Namun sebaliknya, bila kemenangan diperoleh dengan menjatuhkan orang lain melalui cara-cara yang tidak baik, mungkin pada awalnya terasa sangat memuaskan. Sejatinya kepuasan itu bukanlah kepuasan hakiki yang bakal diterima oleh hati nurani. Kepuasan karena bisa mengalahkan orang lain dengan cara-cara yang tidak elegan, hanyalah kepuasan bagi hawa nafsu. Maka dia tak akan langgeng lagi menenteramkan.

Memenangkan kompetisi dengan menghalalkan segala cara, akan menimbulkan ketidakpuasan, bahkan dendam yang membara yang nantinya akan sangat mengganggu jalannya pemerintahan.

Banyak cara agar kemenangan itu dapat diperoleh tanpa harus merugikan kompetitor dalam suatu perlombaan atau dalam bahasa yang lebih simpel, bisa saja kita meraih kemenangan tanpa harus ada yang merasa dikalahkan. Kita bisa menang bersama-sama, yang nantinya sang kompetitor akan berbalik menjadi kompatriot dan mendukung secara penuh dengan semua yang akan kita lakukan.

Bukankah kemenangan itu sebenarnya adalah ketika kita mampu mengambil manfaat dari apa pun yang terjadi atau menimpa kita. Kemenangan tidak selalu harus menjadi sebuah euforia berlebihan, merasa menjadi orang nomor satu, ranking pertama atau seorang yang merasa mampu menyingkirkan dan menumbangkan orang lain, padahal dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik.

Menjadi pemenang sejati adalah harapan besar seluruh masyarakat Kabupaten Landak yang sangat apresiasif terhadap seluruh tahapan-tahapan pemilukada. Bahkan berpartisipasi aktif dalam gebyar pesta demokrasi terbesar di Kabupaten Landak yang dilaksanakan pada Kamis, 9 Juni 2011 ini.

Terpilihnya pemimpin yang memenangkan kompetisi demokrasi akbar secara fear, elegan dan simpatik. Sehingga nantinya akan menjadi pemimpin yang mampu memimpin secara adil, bijaksana, dicintai seluruh rakyat, didukung oleh sang mantan kompetitor yang selama tahapan-tahapan pemilukada serasa ‘musuh’ yang harus dikalahkan.

Bila hal ini dapat diwujudkan oleh ketiga pasang calon pemimpin di Kabupaten Landak, maka akan terpilih sang pemenang sejati, pemenang yang tidak merasa mengalahkan siapa pun. Namun, mampu menjadi pemenang yang membuat semua orang merasa menikmati kemenangannya, menuju Kabupaten Landak yang maju dan sejahtera lahir dan batin.

Penulis: Aep Mulyanto, S.Hum
Peserta Sekolah Demokrasi Sanggau yang diselenggarakan Elpagar
Sumber: Equator-news.com
Sabtu, 11 Juni 2011

Leave a Reply

  

  

  


*

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>