Pengumuman Pemenang LKT Esai 2014

Pengumuman Pemenang LKT Esai 2014

Categories

IP

Visitors

Geovisitor


free counters

Bingung cari software canggih, gratis dan legal???

Sosek-Malindo, Bahas Empat Isu Tertutup

Pontianak – Delegasi Indonesia dan Malaysia pada sidang ke-27 Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek-Malindo) membahas delapan kertas kerja. Terdapat empat prioritas yang disampaikan Pemprov Kalbar dalam pertemuan tertutup di Hotel Aston, Pontianak, Rabu (14/9).

“Ada delapan prioritas pembahasan, tetapi yang menjadi topik utama itu ada empat. Tentunya yang penting yang akan kami bahas dalam sidang ini,” jelas, Moses Hermanus Munsin, Ketua Kelompok Kerja (KK) Sosek-Malindo Provinsi Kalbar, usai pembukaan kegiatan.

Namun secara keseluruhan, pertemuan yang dijadwalkan dua hari itu membahas delapan persoalan kerja sama. Masalah penting di antaranya soal Tebedu Inland Port (TIP). Kalbar akan meminta penundaan pembukaan inland port di Tebedu pada sidang Sosek-Malindo ke 27 itu.

Kalbar akan mempertegas kepada pihak Malaysia untuk melakukan penundaan pemberlakuannya. “Kita tetap akan meminta penundaan sementara TIP milik mereka sampai Dry Port kita selesai. Karena Kalbar kan baru akan dibangun oleh Pemerintah Pusat, jika Kadin memang tidak mampu,” tegas Munsin.

Ketua Jawatan Kuasa Kerja Sosek-Malindo Sarawak, Robert Lian mengatakan, dalam persidangan tersebut tentu saja akan membahas masalah-masalah penting yang dapat meningkatkan hubungan kerja sama antara Malaysia-Indonesia.

Hubungan tersebut, kata Robert, tentunya harus membawa ke arah kesejahteraan bagi masyarakat kedua negara, khususnya penduduk yang berada di wilayah perbatasan kedua negara.

Robert menambahkan, kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, kesehatan yang sudah pernah terjalin akan lebih ditingkatkan lagi pembahasannya dalam sidang tersebut. “Tetapi kami masih belum memiliki poin khusus yang akan diajukan dalam sidang itu. Ya, perlu dipertegas saja apa-apa kerja sama yang sudah kedua negara lakukan. Itu saja,” jelasnya.

Mengenai perdagangan di perbatasan kedua negara, Robert mengatakan, harus dilanjutkan dan disesuaikan dengan pintu-pintu masuk perbatasan yang sudah disahkan di kedua negara. Apalagi pintu-pintu masuk perbatasan itu akan bertambah dua lagi pada tahun depan.

Selain Tebedu-Entikong, kata dia, yang sudah dibuka di Aruk-Biawak. “Insya Allah tahun dengan akan kami buka lagi di Badau-Lubuk Antuk. Namun, rencana pembukaan pintu-pintu masuk tersebut masih akan dikembalikan lagi kepada kesepahaman dua negara dalam Sidang Sosek-Malindo ke 27 ini,” kata Robert.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya meminta kepada pihak SM Inland Port Sdn Sdh untuk tidak memberlakukan lebih dulu Tebedu Inland Port (TIP) tersebut. “Melalui tim yang ikut pembahasan itu sudah, agar TIP jangan berlaku dulu. Sampai kita sudah selesai dibangun. Tapi kita juga harus segera,” ujarnya.

Menurut Christiandy, kesepakatan antara kedua negara itu sebenarnya berada di tingkat pusat dengan pihak Kuala Lumpur. Hanya saja dari pihak Sarawak, Malaysia sudah terealisasi. Tapi dari pihak pemerintah Indonesia masih belum, harusnya sudah mulai.

Christiandy menambahkan, 2006 seharusnya memang sudah juga dibangun Dry Port. Sehingga tidak seperti sekarang ini, sepertinya dirugikan. “Makanya dalam pertemuan Sosek-Malindo yang akan dilaksanakan satu dua hari ini akan kita bahas dan sampaikan, wakil dari pemerintah pusat juga akan hadir,” katanya.

Sidang ke 27 kemarin juga dihadiri perwakilan pemerintah pusat, Bupati Sanggau, H Setiman H Sudin. (jul)

Sumber: Equator-news.com
Kamis, 15 September 2011

Leave a Reply

  

  

  


*

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>