Pengumuman Pemenang LKT Esai 2014

Pengumuman Pemenang LKT Esai 2014

Categories

IP

Visitors

Geovisitor


free counters

Bingung cari software canggih, gratis dan legal???

Kontroversi Lanun di Laut Pantai Barat Kalimantan (1)

Pengantar: Meskipun kontroversi makalah Hasan Karman (HK) tentang keterlibatan Kerajaan Sambas, Kalimantan Barat dalam aktivitas lanun di laut pantai Barat Pulau Kalimantan (Borneo) dianggap telah selesai dengan acara permintaan maaf, tetapi bukan berarti kontroversi lanun di perairan laut itu juga ikut berakhir. Kajian yang dilakukan penulis terhadap beberapa buku dan dokumen lama mendapatkan bahwa . . . → Read More: Kontroversi Lanun di Laut Pantai Barat Kalimantan (1)

Peranan Belanda, Pontianak dan Inggeris

Belanda memang merasa khawatir dengan sikap Sultan Sambas yang lebih berpihak kepada saudagar-saudagar dari negeri China dibandingkan dengan VOC dan pedagang dari negara Eropah lainnya. Terlebih setelah sebuah pabrik milik VOC di Sambas dalam tahun 1610 diserang dan semua pegawai syarikat dagang itu dibunuh. Peristiwa serupa terulang kembali sewaktu terjadi peperangan antara Sukadana sekutu . . . → Read More: Peranan Belanda, Pontianak dan Inggeris

IN MEMORIUM SULTAN HAMID II

12 JULI 1913, tatkala itu zaman Belanda, terlahir seorang putra mahkota, Sultan Muhammad nama Ayahndanya, Sultan Pontianak adalah martabatnya. Putra terlahir Hamid Alkadri, disambut gembira seluruh negeri, tampan rupawan dia punya diri, setelah dewasa bijak bestari.

30 MARET 1978, 33 tahun telah berlalu, takdir Allah sudahlah berlaku, Sultan Hamid II putra bermutu, pulang ke . . . → Read More: IN MEMORIUM SULTAN HAMID II

Mengembalikan Kejayaan Keraton: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (85)

Keraton Surya Negara Sanggau berdiri di muara Sungai Sekayam dengan Kapuas. Lokasi ini sangat strategis. Tiga tahun terakhir, ramai dikunjungi masyarakat. Sebuah bangunan Masjid Jami yang berdiri kokoh sekitar 200 meter dari bangunan Keraton, membuat kawasan MK menjadi salah satu tempat menarik untuk dikunjungi warga.

Keinginan Raja Sanggau, Drs H Gusti Arman MSi, bergelar . . . → Read More: Mengembalikan Kejayaan Keraton: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (85)

Akal Bulus Belanda Berikan Penghargaan: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (84)

Plus minus pergantian tampuk kerajaan. Pada masa Panembahan Gusti Muhamad Tahir III, terbangun infrastruktur fisik. Mahkamah Syariah di Kerajaan Sanggau disempurnakan Gubernement Hindia Nederlands telah menganugerahkan Panembahan Haji Suleman Paku Negara sebuah piring perak bertuliskan ‘Het Gouvernement van Nederlands Indie aan ziyne hoog hied Panembahan Haji Suleman Pakoe Negara vorst van Sanggow terheriunering aan . . . → Read More: Akal Bulus Belanda Berikan Penghargaan: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (84)

Melestarikan Situs dan Benda Sejarah: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (83)

Situs-situs peninggalan sejarah mesti dilestarikan. Saksi sejarah berdirinya sebuah kerajaan ini memerlukan perhatian pemerintah. Pihak Keraton membentuk tim untuk pemeliharaan.

Terhadap peninggalan bersejarah di Keraton Surya Negara Sanggau, upaya pemeliharaan dan pembuatan duplikat peninggalan bersejarah telah dilaksanakan. Raja Sanggau, Pangeran Ratu Drs H Gusti Arman MSi Surya Negara, mesti pandai-pandai membagi dana bantuan pemerintah. . . . → Read More: Melestarikan Situs dan Benda Sejarah: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (83)

Ruas Ngabang-Sanggau Bukti Hasil Rodi: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (81)

Setelah dicengkeram Belanda, Jepang pun masuk. Ade Muhammad Arief menjadi korban keganasan invasi negeri matahari terbit. Jejak-jejak kerja paksa masih ada hingga sekarang.

Sepeninggalnya Panembahan Muhamad Ali II Suria Negara, diangkatlah H Ade Muhammad Said Paku Negara yang berkuasa sejak 1915-1921 dengan mangkubuminya Pangeran Muhamad Tahir III Suria Negara. Panembahan Haji Muhamad Said Paku . . . → Read More: Ruas Ngabang-Sanggau Bukti Hasil Rodi: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (81)

Tak Patuhi Belanda, Putra Raja Diasingkan: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (80)

H. Gusti Ahmad Putra Negara anti penjajah. Dibuang ke Purwakarta dan menjalani pengasingan selama 14 tahun. Kepemimpinan berganti atas ulah Belanda.

Ade Akhmad bergelar Pangeran Muhammad Paku Negara memimpin Kerajaan Sanggau setelah wafatnya Sultan Ayyub Paku Negara dengan mangkubuminya Gusti Muhamad Tahir II, bergelar Pangeran Ratu Seri Paduka Raja.

Muhammad Paku Negara menduduki takhta . . . → Read More: Tak Patuhi Belanda, Putra Raja Diasingkan: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (80)

Pusat Kerajaan Pindah dari Mengkiang: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (79)

Kerajaan Sanggau dipimpin turun temurun. Jejak masa lalu masih terpelihara. Salah satunya Masjid Jami Syuhada. Terselip kisah legenda tanah Majapahit yang dibawa Patih Legender.

Dara Juanti bersaudara dengan Djubair II. Namun Djubair ditahan kerajaan Majapahit. Dara Juanti menyusul untuk melepaskan Djubair tetapi karena harus kembali ke Sintang memerintah kerajaannya, akhirnya kembali di tengah perjalanan. . . . → Read More: Pusat Kerajaan Pindah dari Mengkiang: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (79)

Menjalin Kekerabatan dengan Kerajaan Lain: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (78)

Penyebaran Islam lebih cepat masuk ke Sanggau dibandingkan Kerajaan Tanjungpura atau Kerajaan Landak. Kejayaan Majapahit bersamaan dengan kepemimpinan Dara Djuanti.

Sebelum Panembahan Giri Kesuma memeluk agama Islam, di Kerajaan Matan dan Tanjungpura telah ada beberapa orang penduduk yang memeluk Islam secara diam-diam. Islam kala itu disyiarkan melalui pedagang Jawa dan Palembang.

Diketahui imperialisme Belanda . . . → Read More: Menjalin Kekerabatan dengan Kerajaan Lain: Menelusuri Keberadaan Istana Kerajaan di Kalbar (78)